Wayang klitik
Asal : Stedelijk Historesch Museum Surabaya
Sebagai saran hiburan dan penerangan terhadap masyarakat. Wayang klitik timbul pada masa berkembangnya agama Islam di Jawa sekitar abad 16 - 17. Pencipta wayang klitik adalah SUNAN KUDUS. Wayang ini disebut klitik karena mengandung arti KECIL (Klitik). Didalam pertunjukkan ada yang mengambil cerita Mahabarata - Ramayana ada pula yang mengambil cerita Minakjinggo - Damarwulan.
WAYANG PURWO JAWA TENGAH
Asal : Stedelijk Historisch Museum Surabaya
Wayang purwo Jawa Tengah mengambil cerita Ramayana dan Mahabarata. Digunakan sebagai sarana hiburan dan Upacara ruwatan. Jika dibandingkan dengan Wayang Purwo Jawa timur, maka Wayang Purwo Jawa Tengah ini mempunyai perbedaan-perbedaan :
1. Tatahan lebih indah dan lebih halus
2. Warna lebih banyak menggunakan warna kuning
3. Teknik pedalangannya menggunakan bahasa yang lebih halus/dialek Jawa Tengahan.
WAYANG PURWO JAWA TIMUR
Asal : Stedelijk Historesch Museum Surabaya
Sebagai saran hiburan dan upacara. Apabila dibandingkan dengan wayang Purwo Jawa Tengah, Wayang Purwo Jawa Timur mempunyai ciri-ciri khusus.
Ciri-ciri tersebut adalah :
1. Tatahan Wayang Purwo Jawa Timur lebih sederhana
2. Lebih banyak memakai warna merah
3. Teknik pedalangannya, mempergunakan bahasa/dialek Jawa Timur.
Isi cerita sama dengan wayang purwo jawa Tengah, yaitu mengambil ceritera epo san sebagai sarana upacara ruwatan.
